Dinas Kriminal Jerman Usut Jaringan Neo-Nazi di Kepolisian Frankfurt

Dinas Kriminal negara bagian Hessen mengusut jaringan Neo-Nazi di kepolisian kota Frankfurt. Seorang pengacara melaporkan kasus itu setelah berulangkali mendapat ancaman kelompok ekstrem kanan.

Pengacara yang mewakili korban kekerasan Neo-Nazi, Seda Basay Yildiz, melaporkan ancaman yang diterimanya lewat faksimili itu kepada dinas kriminal negara bagian (LKA) Hessen. Harian Frankfurt Allgemeine Zeitung (FAZ) melaporkan, kejaksaan kini sedang menyelidiki jaringan Neo-Nazi dan mengusut lima anggota kepolisian Frankfurt.

Menurut FAZ, sekelompok perwira kepolisian diduga kuat mengirim ancaman-ancaman itu kepada Seda Basay Yildiz, pengacara Jerman berlatar belakang Turki.

"Kalkun Turki Kotor," demikian isi salah satu faks. "Kau tidak akan menghancurkan Jerman. Kau lebih baik segera menghilang selama masih bisa keluar dari sini hidup-hidup, babi!"

Kepada harian lain, Frankfurter Neue Presse, Basay-Yildiz mengatakan, sebagai pengacara dia sudah sering menerima surat ancaman seperti itu. Namun ancaman kali ini lebih serius.

Tema

"Sebagai pembalasan ... kami akan membunuh putrimu," tulis sebuah ancaman, yang kemudian menyebut nama putrinya yang berusia dua tahun, lengkap dengan alamat rumah Basay-Yildiz. Surat itu ditandatangani dengan "NSU 2.0". NSU adalah kelompok teror Neonazi yang aktif tahun 2000-an dan melakukan aksi pembunuhan gelap terhadap imigran selama bertahun-tahun.

Basay Yildiz mengatakan, dia tidak pernah mengungkap nama putrinya kepada publik. Juga alamat pribadinya bukan informasi yang bisa didapat secara umum. Ancaman-ancaman itu datang mulai Agustus lalu.

Fortsetzung NSU-Prozess vor dem Oberlandesgericht München

Pengacara Seda Basay-Yildiz (tengah) di sidang pengadilan kelompok teror NSU di München, Januari 2018

Temuan tim investigasi

LKA Hessen kemudian membentuk tim investigasi khusus menyelidiki kasus Basay-Yildiz. Harian FAZ memberitakan, hasil laporan LKA menyebutkan ada kelompok yang sedikitnya terdiri dari lima petugas kepolisian di kota Frankfurt yang berbagi pesan dan gambar-gambar Neo-Nazi lewat media sosial.

Penyidik mencium kegiatan kelompok itu setelah melacak salah satu komputer kepolisian, yang telah digunakan untuk mencari informasi pribadi Seda Dasay-Yildiz dari data-data kependudukan. Padahal tidak ada kasus yang bisa menjadi alasan untuk mengumpulkan informasi tentang pengacara perempuan itu.

Para pejabat kejaksaan Hessen mengatakan kepada FAZ, kasus ini bisa jadi merupakan puncak gunung es dan berakhir sebagai kasus dengan "dimensi yang jauh lebih besar."

Sekarang empat polisi pria dan satu polisi perempuan itu sudah diskors dari tugas-tugasnya dan menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

LKA berada langsung di bawah Kementerian Dalam Negeri negara bagian Hessen dan bertindak sebagai lembaga penegak hukum independen.

Serial Pembunuhan yang Tak Terungkap

Sel teror Neonazi "Nazionalsozialistischer Untergrund NSU", bertahun-tahun melakukan pembunuhan orang di seluruh Jerman. Tersangka pelaku: Uwe Mundlos, Uwe Böhnhardt (tengah) dan Beate Zschäpe. Korbannya: 8 warga asal Turki, satu asal Yunani dan seorang polisi perempuan. Motifnya diduga kebencian orang asing. Tapi hingga 2011 publik sama sekali belum tahu motif kejahatan itu.

Gagalnya Perampokan Bank Mengungkap NSU

Rangkaian pembunuhan bermotif ekstrim kanan baru terbongkar mulai 4 November 2011. Pada hari itu Uwe Mundlos dan Uwe Böhnhardt merampok bank di Eisenach. Ini aksi perampokan pertama yang gagal. Polisi mengepung mobil karavan kedua pria itu, yang menjadi tempat pelarian mereka. Menurut penyidikan, Mundlos mula-mula membunuh Böhnhardt, sebelum ia membakar mobil itu dan menembak dirinya sendiri.

Beate Zschäpe Menyerahkan Diri

Tidak lama setelah kematian Böhnhardt dan Mundlos terjadi ledakan di Frühlingsstraße 26 di Zwickau, Sachsen, di sebuah rumah dimana Beate Zschäpe dan kedua perampok bank itu tinggal bersama. Ia diduga membakar rumah itu untuk menghapus barang-barang bukti. Empat hari kemudian ia melaporkan diri kepada polisi. Sejak itu tersangka teroris ini berada di tahanan pemeriksaan.

Serial Pembunuhan Ekstrim Kanan Terbongkar

Dari reruntuhan apartemen di Zwickau penyidik menemukan video pengakuan yang dibuat sendiri oleh sel teror Zwickau, yang menamakan dirinya NSU (Nationalsozialistischer Untergrund). Dalam film berdurasi 15 menit, tampak lokasi dan korban rangkaian serangan pembunuhan yang dilakukan kelompok teror ekstrim kanan itu antara tahun 2000 - 2007.

Video Pengakuan NSU

Figur film kartun terkenal "Paul Panther" dalam video amatir yang mereka buat menunjukkan pesan kebencian terhadap kaum imigran dan penistaan korban pembunuhan. Sebelum penangkapannya, Beate Zschäpe mengirim video pengakuan dengan gambar-gambar yang merendahkan martabat manusia tersebut.

Kata Bersayap 2011: Pembunuhan Penjual Kebab

Sampai 2011 banyak media menyebut kejadian itu sebagai "Dönermorde" (pembunuhan penjual kebab). Sampai saat itu belum diketahui kaitan rangkaian pembunuhani ataupun motif pelakunya. Ada spekulasi, korban mungkin punya hubungan dengan kelompok penjual narkoba. Baru setelah ada video pengakuan sel teror ekstrim kanan muncul penjelasan. Dan istilah "Dönermorde" terpilih sebagai kata bersayap 2011.

Serangan Bom Paku Dilancarkan NSU

"Pengetahuan yang selama ini diperoleh pihak keamanan tidak menunjukkan latar belakang terorisme, melainkan kejahatan kelompok kriminal," demikian dijelakan menteri dalam negeri Jerman Otto Schily tanggal 10 Juni 2004. Sehari sebelumnya serangan bom paku melukai 22 orang dan merusak sebuah toko di Köln. 2011 menjadi jelas: Aksi kejahatan itu juga dilancarkan kelompok teroris ekstrim kanan NSU.

Upacara Peringatan di Berlin

Di gedung konser Berlin Gendarmenmarkt, 23 Februari 2012 Jerman mengenang para korban. Acara utama, upacara berkabung resmi anggota keluarga korban. Yang tercatat dalam ingatan adalah pidato emosional Semiya Simsek (kanan), putri Enver Simsek penjual bunga yang dibunuh sel teror Neonazi. Kanselir Merkel meminta maaf kepada anggota keluarga korban dan menjanjikan pengungkapan penuh kasus itu.

Solidaritas Terhadap Korban NSU

4 November 2012, tepat satu tahun setelah terungkapnya keberadaan sel teror Neonazi Zwickau, warga di banyak kota besar di Jerman berdemonstrasi sebagai solidaritas menentang ekstremisme kanan. Mereka menuntut pengusutan tuntas terkait kasus pembunuhan bermotif rasistis itu, yang menurut mereka berjalan tersendat-sendat.

Gagal, Sial dan Macet?

Dalam mengungkap rangkaian pembunuhan sel teror Neonazi itu, pihak berwenang Jerman gagal di segala bidang. Akte dan dokumen-dokumen penting, yang berperan dalam mengolah kasus itu, muncul amat terlambat atau bahkan sudah dimusnahkan. Dengan demikian tugas Komisi Penyidikan NSU di bawah pimpinan anggota parlemen Sebastian Edathy (SPD) hanya bergerak maju dengan susah payah.

Tugu Peringatan untuk Mehmet Kubasik

"Dortmund adalah kota yang penuh warna, toleran dan terbuka, dan menentang ekstremisme kanan!". Demikian ditekankan walikota Ullrich Sierau saat membuka penutup tugu peringatan untuk korban NSU Mehmet Kubasik September 2012. Tugu itu berada hanya beberapa meter dari kios, tempat Kubasik dibunuh 4 April 2006.

Proses Akreditasi yang Kontroversial

Akreditasi jurnalis juga macet. Proses pengadilan tersangka teroris Beate Zschäpe dan empat tersangka pembantu NSU lainnya, baru bisa dimulai 6 Mei. Rencana semula adalah 17 April, tapi pengadilan memulai proses akreditasi yang baru sama sekali bagi jurnalis. Dalam proses akreditasi pertama, para jurnalis Turki tidak kebagian tempat. Mahkamah Konstitusi Jerman oleh karena itu menghentikannya.

hp/rzn (dpa)

 

Konten terkait