Menanti Keadilan bagi Beauty, Korban Perkosaan Ayah Tiri

Di tengah upaya mendorong korban kekerasan seksual agar berani mengungkap kasus mereka, seorang anak yang alami pemerkosaan sudah tujuh bulan menanti proses hukumnya. Kepada DW, ia ceritakan kisah pahitnya.

Saya memanggilnya Beauty. Beauty diperkosa oleh ayah tirinya sejak umur 13 tahun hingga hampir 19 tahun, selama enam tahun. Ayah dan ibu kandung Beauty sudah bercerai sejak ia masih kecil. 

Bagaimana menurut Anda?

Klik di sini untuk mengikuti diskusi

Saat mendengar kisahnya, saya menyadari bahwa Beauty tumbuh dalam dunia yang penuh intimidasi dari pelaku. Ancaman verbal menjadi makanan harian, bahkan Beauty tidak bisa mempunyai kunci pintu kamarnya sendiri.

Seluruh kegiatannya diawasi oleh pelaku yang bertindak bak seorang pria cemburu yang akan menginterogasi Beauty berjam-jam untuk hal yang ia curigai.

Penulis: Monique Rijkers

Dunia Beauty adalah dunia yang sunyi dari keceriaan masa remaja karena pergaulan dengan anak seusianya dibatasi. Dunia yang penuh dengan ketakutan karena dalam beberapa peristiwa Beauty menerima pukulan (kekerasan fisik) dari ibu kandungnya. Dunia Beauty semakin suram karena ia besar tanpa pendidikan seks.

Selama hampir enam tahun Beauty diam karena pelaku mengancam akan meninggalkan ibu kandung Beauty alias istrinya sendiri jika Beauty mengadu.

Rasa cinta yang begitu besar terhadap ibu kandungnya, membuatnya menutupi semua perlakuan pelaku. Ketika Beauty kuliah, dalam pergaulan keseharian itulah ia mulai bertemu dengan teman-teman yang membuka mata Beauty sehingga untuk pertama kalinya ia berani bercerita kepada seorang temannya yang kemudian menyuruhnya untuk mengontak saya karena ingin meminta saran.

Negara yang Terapkan Kebiri Kimia

Inggris

Inggris legalkan hukuman kebiri kimia mulai tahun 1950-an. Namun dalam prakteknya terjadi sejumlah penyimpangan. Yang paling memalukan adalah hukuman kebiri kimia terhadap pakar komputer Alan Turing (1952) karena perilaku homoseksual-nya. Ia meninggal diduga karena efek negatif suntikan hormon. Tahun 2009, pemerintah Inggris mohon maaf secara resmi dan Kerajaan Inggris meminta maaf resmi 2013.

Negara yang Terapkan Kebiri Kimia

Amerika Serikat

Tidak semua negara bagian di Amerika Serikat terapkan hukuman kebiri kimia. Tapi sedikitnya 9 negara bagian menerapkan hukuman ini. Ekseskusi kebiri kimia pertama di negara paman Sam itu dilakukan pada tahun 1966 terhadap pelaku kejahatan seksual pedofil John Money.

Negara yang Terapkan Kebiri Kimia

Rusia

Parlemen di Moskow sahkan aturan kebiri kimia pada tahun 2011 terhadap pelaku kejahatan seksual pada anak-anak di bawah usia 14 tahun. Jika pelaku mengulangi lagi kejahatan fedofilia, yang bersangkutan bisa dihukum penjara seumur hidup. Aturan kebiri kimia diterapkan menimbang tingginya angka kejahatan seksual disertai pembunuhan terhadap anak-anak di negeri Beruang Merah itu.

Negara yang Terapkan Kebiri Kimia

Polandia

Parlemen Polandia pada 2009 mengesahkan aturan hukuman kebiri terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak. Aturan mulai diberlakukan pertengahan 2010. Sesuai aturan itu, pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak di bawah 15 usia tahun dipaksa melakukan kebiri kimia dan psiko-terapi untuk mengurangi hasrat seksualnya di akhir masa hukuman penjara.

Negara yang Terapkan Kebiri Kimia

Korea Selatan

Inilah negara pertama di Asia yang legalkan hukuman kebiri kimia terhadap pelaku kejahatan seksual pada anak-anak (2011). Mirip seperti di Polandia, pelaku kejahatan seksual yang berusia di atas 19 tahun mula-mula dipenjarakan dan di akhir masa hukuman dipaksa menjalani kebiri kimia. Sejauh ini di negara tersebut tercatat 2 narapidana kasus perkosaan anak di bawah umur yang jalani kebiri kimia.

Mengapa Korban Kekerasan Seksual Anak Memilih Diam?

Awal tahun 2018, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai menyebut banyak korban kekerasan seksual terhadap anak memilih diam karena takut dan malu.

Selain takut, orang tua umumnya tidak mendukung anaknya untuk mengungkap peristiwa kelam tersebut. Korban kekerasan seksual anak makin tak berdaya ketika berhadapan dengan hukum. Keberpihakan penyidik terhadap korban dan sulitnya pembuktian kasus menambah jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terus bertambah. 

Dalam hal ini, Beauty mengalami seluruh alasan tersebut. Setelah berhasil mengalahkan rasa takutnya, Beauty memutuskan mengadu kepada ibu kandungnya.

Alih-alih mempercayai dan berpihak pada anak kandungnya, ibu kandung Beauty justru menyalahkan anaknya sendiri, bukan pelaku sehingga Beauty memilih hengkang dari rumah ibunya.

Beauty lalu mengadu kepada ayah kandungnya dan memutuskan melaporkan kasus ini ke kepolisian setempat. Polisi yang menerima pengaduan dan membuat Berita Acara Pemeriksaan tidak memiliki perspektif sebagai korban sehingga kerap meminta korban mengulang-ulang kronologi.

Di satu pihak, penyidik ingin memastikan pengakuan korban tetapi korban yang diminta mengingat kekerasan seksual yang ingin dilupakan menambah beban untuk korban. 

Inilah Provinsi Paling Rawan Pelecehan Seksual

Darurat Pelecehan Seksual?

Menurut data Komisi Nasional Perempuan, tahun lalu Indonesia mencatat lebih dari 6000 kasus kekerasan seksual. Sebagian di antaranya terjadi di rumah tangga. Sementara sisanya di komunitas-komunitas sosial. Tapi provinsi mana yang paling rawan tindak kekerasan seksual?

Inilah Provinsi Paling Rawan Pelecehan Seksual

#1. Aceh

Yayasan Kita dan Buah Hati mendaulat Aceh sebagai provinsi dengan tingkat kasus pelecehan seksual tertinggi di Indonesia. Korban tidak cuma perempuan. Menurut data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak-anak, daerah Syariat Islam itu tahun 2015 mencatat 147 kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak di awah umur.

Inilah Provinsi Paling Rawan Pelecehan Seksual

#2. Jawa Timur

Lembaga Bantuan Hukum Surabaya mencatat sepanjang tahun 2015 terdapat 116 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak-anak di Jawa Timur. Angka tersebut sudah banyak menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar 183 kasus kekerasan.

Inilah Provinsi Paling Rawan Pelecehan Seksual

#3. Jawa Barat

Setiap bulan 17 perempuan di Jawa Barat mengalami pelecehan seksual. Catatan muram tersebut berasal dari Data Kekerasan Seksual yang dipublikasikan Komisi Nasional untuk Perempuan. Menurut Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, kabupaten Bandung dan Bandung Barat menjadi daerah yang mencatat kasus kekerasan seksual tertinggi.

Inilah Provinsi Paling Rawan Pelecehan Seksual

#4. DKI Jakarta

Menurut data kepolisian, sepanjang 2014 Jakarta mencatat 63 kasus pemerkosaan terhadap perempuan. Sementara kasus pelecehan seksual yang melibatkan bocah di bawah umur tercatat hampir mendekati angka 300 kasus.

Inilah Provinsi Paling Rawan Pelecehan Seksual

#5. Sumatera Selatan

Tahun 2014 Sumatera Selatan mencatat 111 kasus pemerkosaan dan pelecehaan seksual terhadap perempuan. Jumlahnya tidak banyak berubah di tahun 2015.

Hukum yang Berpihak Pada Korban Kekerasan Seksual Anak

Alih-alih memburu pemeriksaan terhadap pelaku, penyidik justru mendesak korban kekerasan seksual anak untuk menyediakan sejumlah bukti kekerasan seksual itu, termasuk foto atau video dan menuntut saksi mata yang bisa membenarkan perbuatan mesum pelaku.

Dari perspektif korban kekerasan seksual, visum saja seharusnya sudah cukup kuat. Namun karena penyidik tidak mempercayai pengakuan korban, penyidik mengharuskan ada sesi dengan psikiatris klinik meski hasil visum sudah membuktikan pengakuan korban.

Di depan hukum, korban kekerasan seksual kembali menjadi korban untuk kedua kalinya. Dalam kasus Beauty, di mata penyidik Beauty yang berusia 19 tahun saat melaporkan pemerkosaan dan pencabulannya itu dianggap sudah dewasa. Penyidik tidak merujuk pada usia saat pemerkosaan terjadi pertama kali yakni pada umur 13 tahun.

Negara Dengan Angka Pemerkosaan Anak Tertinggi Dunia

Inggris

Hampir lima persen bocah di Inggris pernah mengalami pelecehan seksual. 90% di antaranya dilakukan oleh kenalan sendiri. Tahun 2012/13, kepolisian mencatat lebih dari 18.000 kasus pelecehan seksual terhadap bocah di bawah 16 tahun. Pada tahun yang sama 4171 pelecehan dan pemerkosaan dilakukan terhadap bocah perempuan di bawah usia 13 tahun.

Negara Dengan Angka Pemerkosaan Anak Tertinggi Dunia

Afrika Selatan

Setiap tiga menit seorang bocah diperkosa di Afrika Selatan, ini menurut penelitian Trade Union Solidarity Helping Hand. Studi laín mengungkap satu dari empat laki-laki mengaku pernah memperkosa seseorang dan sepertiganya meyakini perempuan menikmati pemerkosaan. Beberapa korban pemerkosaan bahkan baru berusia enam bulan. Korban juga sering terinfeksi HIV/AIDS setelah diperkosa.

Negara Dengan Angka Pemerkosaan Anak Tertinggi Dunia

India

Asian Centre for Human Rights melaporkan pelecehan seksual kepada anak-anak sedang mewabah di India. Laporan terakhir menyebut ada lebih dari 48.000 bocah yang diperkosa selama sepuluh tahun sejak 2001. Tahun 2011 saja kepolisian mencatat 7112 kasus pemerkosaan anak-anak. Menurut IB Times, pelaku pemerkosaan anak di India mencakup ayah, saudara, tetangga, dan guru sekolah.

Negara Dengan Angka Pemerkosaan Anak Tertinggi Dunia

Zimbabwe

Kepada harian lokal NewsdeZimbabwe, kepolisian mengklaim kasus pemerkosaan anak-anak meningkat tajam sejak 2010, dari 2883 kasus menjadi 3172 di tahun berikutnya. Dalam banyak kasus, kata kepolisian, "pelakunya berasal dari lingkungan keluarga." Sebuah rumah sakit di Harare mengabarkan, pihaknya menangani lebih dari 30.000 bocah korban pemerkosaan dalam periode empat tahun.

Negara Dengan Angka Pemerkosaan Anak Tertinggi Dunia

Amerika Serikat

"Akan ada 500.000 bayi lahir tahun ini di Amerika Serikat yang akan menjadi korban pelecehan seksual sebelum mereka berusia 18 tahun," tulis Children Assessment Centre (CAC). Kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak tergolong tinggi di AS. Menurut data Departemen Kesehatan, 16% remaja antara 14 hingga 17 tahun mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual atau pemerkosaan.

Negara Dengan Angka Pemerkosaan Anak Tertinggi Dunia

Indonesia

Kendati tidak termasuk dalam daftar negara dengan tingkat pelecehan seksual anak tertinggi di dunia, Indonesia mencatat kemunduran dalam hal perlindungan anak. Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat, 2014 silam dari 2.726 kekerasan terhadap bocah, 56% di antaranya berupa pelecehan seksual. Dari jumlah tersebut cuma 179 yang mengadu kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

Penyidik mengabaikan fakta bahwa pemikiran seorang anak dan orang dewasa sangat berbeda dalam menanggapi pemerkosaan. Penyidik lupa bahwa kekuatan mental setiap orang berbeda-beda. Sering kali untuk mengungkapkan tragedi seburuk pemerkosaan butuh waktu lama bagi orang dewasa, apalagi anak. Tak sedikit yang memilih mengubur kekerasan seksual yang dialami bersama jasad diri mereka sendiri.

Sebagai korban, Beauty sangat tabah menanti proses penyidikan yang berjalan lambat disertai tindakan mengulur-ngulur waktu. Berbagai alasan dibuat untuk menunda pemanggilan terhadap pelaku. Surat belum diantar, surat belum sampai ke terlapor, penyidik harus keluar kota, penyidik melayat dan lain sebagainya. Tidak ada keinginan untuk memproses kasus ini dengan segera, mudah dan tuntas.

Butuh waktu hampir 7 bulan bolak-balik ke penyidik. Semua cara yang sesuai hukum sudah ditempuh, termasuk mengadukan kasus ini ke Komisi Kepolisian Nasional karena lambatnya penyidikan. Hingga saat ini kasus pemerkosaan dan pencabulan anak ini belum berakhir. Pelaku masih bebas berkegiatan dan tidak ditahan sehingga pelaku masih bisa kabur entah ke mana. Indikasi tersebut sudah terjadi karena diketahui pelaku sudah tidak tinggal satu rumah dengan ibu kandung Beauty.

Colonia Dignidad: Kisah Kelam Koloni Jerman di Chili

Tidak ada "amal"

"Organisasi Sosial bidang Pendidikan dan Amal yang Bermartabat" adalah semboyan permukiman terpencil "Colonia Dignidad" di selatan Chili tersebut. Sekte ini didirikan oleh aktivis pemuda protestan Jerman, Paul Schäfer yang berasal dari kota Bonn.

Colonia Dignidad: Kisah Kelam Koloni Jerman di Chili

"Paman Paul"

Tahun 1950 Paul Schäfer melakukan kekerasan seksual terhadap anak dari gereja Baptist Jerman. Ketika investigasi berlangsung, ia melarikan diri ke Chili dan mendirikan Colonia Dignidad. "Paman Paul" kembali melakukan kekerasan seksual terhadap anak-anak yang dipaksa bekerja di sana, sebagian dari mereka bahkan diculik dari Jerman. Ia juga menggunakan perangkat listrik sebagai alat penyiksaan.

Colonia Dignidad: Kisah Kelam Koloni Jerman di Chili

Dalang di balik kekejian "Colonia Dignidad"

Paul Schäfer bersahat erat dengan lingkaran ekstrimis kanan. Semasa rezim militer, Colonia Dignidad juga digunakan sebagai tempat penyiksaan lawan politik Pinochet (1973-1990). Ketika rezim tumbang, Schäfer melarikan diri dan tertangkap di Argentina tahun 2005. Mantan tentara Hilter ini dihukum 20 tahun penjara atas 25 kasus kekerasan seksual. Ia meninggal di penjara pada usia 88 tahun.

Colonia Dignidad: Kisah Kelam Koloni Jerman di Chili

Penebusan terakhir

Kurt Schnellenkamp, rekan Paul Schäfer, dipenjara tahun 2013. Ia berusia 88 tahun saat pengadilan Chili menjatuhkan vonis atas kasus penahanan ilegal dan kekerasan seksual terhadap anak. Putranya, Klaus, yang melarikan diri dari sekte totalitarian tersebut, menuliskan kisah masa kecilnya dalam buku berjudul "Born in the Shadow of Fear," tahun 2007.

Colonia Dignidad: Kisah Kelam Koloni Jerman di Chili

Aktor yang tersisa

Mantan wakil kepala dan dokter Colonia Dignidad, Hartmut Hopp, melarikan diri dari vonis hukuman di Chili tahun 2011. Ia sempat hidup bebas di Jerman akibat pemerintah Jerman menolak mengekstradisi warganya. Senin (14/08/2017) pengadilan Krefeld memutuskan bahwa hukuman lima tahun penjara sesuai vonis pengadilan Chili akan dilanjutkan di Jerman.

Colonia Dignidad: Kisah Kelam Koloni Jerman di Chili

Di mana anak-anak kami?

5 Mei 1988, kerabat dari para tahanan yang disiksa di Colonia Dignidad berdemonstrasi di depan pintu masuk permukiman yang berkedok sebagai komunitas sekte Kristen tersebut. Pada saat diktator Pinochet berkuasa, koloni ini berfungsi sebagai bagian dari dinas rahasia militer Chili, Dirección de Inteligencia Nacional (DINA).

Colonia Dignidad: Kisah Kelam Koloni Jerman di Chili

Koloni pasca Pinochet

Pasca menjabat sebagai presiden pertama pasca tumbangnya era diktator, Patricio Aylwin (1990 - 1994) mendeklarasikan status Colonia Dignidad sebagai "negara di dalam negara". Presiden yang memimpin Chili di masa transisi demokrasi ini menghapus status badan amal Colonia Dignidad tahun 1999. (Pada foto tampak Aylwin bersama dengan Pinochet)

Colonia Dignidad: Kisah Kelam Koloni Jerman di Chili

Masih banyak yang hilang

Tahun 2005, pemerintah Chili merilis arsip rahasia yang mendata sekitar 39 ribu orang yang pernah ditahan di Colonia Dignidad. Kelompok HAM masih terus berusaha mengungkap nasib para korban yang menghilang sepanjang era kediktatoran Pinochet.

Colonia Dignidad: Kisah Kelam Koloni Jerman di Chili

Diangkat ke layar lebar

Tahun 2016 film berjudul "The Colony" yang dibintangi Emma Watson dan Daniel Brühl, mengangkat kisah nyata pasangan berkewarganegaraan Jerman yang terjebak dalam gejolak politik ketika Pinochet mulai berkuasa. Tak hanya memperlihatkan peristiwa penangkapan para aktivis politik, film ini juga menceritakan kondisi mencekam yang dihadapi para penghuni Colonia Dignidad.

Colonia Dignidad: Kisah Kelam Koloni Jerman di Chili

Perjalanan ke masa lampau

Sulit dipercaya, namun realitanya Colonia Dignidad bersolek menjadi lokasi wisata yang dilengkapi dengan promosi trip menggunakan jip. Di koloni yang kini bernama "Villa Baviera" tersebut, tiap tahun pengunjung juga dapat menghadiri "Oktoberfest", festival bir layaknya di Munich. Para penghuni koloni terdahulu masih menempati lokasi seluas 30 ribu hektar tersebut.

Hukuman Maksimal Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Pada Anak

Seandainya setiap korban kekerasan seksual anak bisa mengadukan kasusnya, apakah hukuman pelaku akan menimbulkan efek jera?

Apakah hukuman dapat menurunkan kasus kekerasan seksual? Indonesia memiliki UU nomor 17/2016 tentang Perlindungan Anak yang memberikan ancaman hukuman mulai dari penjara 10-20 tahun, penjara seumur hidup, kebiri (masih menunggu petunjuk teknis) hingga hukuman mati. Bagi pelaku pemerkosaan anak yang dilakukan oleh orang tua, wali, punya hubungan keluarga, pendidik hukuman akan ditambah 1/3 dari hukuman jika pemerkosaan dilakukan oleh lebih dari satu orang.

Tetapi pelaku kekerasan seksual pada anak bisa juga dijatuhi hukuman berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) selama 9 tahun penjara bagi pemerkosa anak yang belum 15 tahun merujuk pada Pasal 287 KUHP. Sedangkan bagi pemerkosa anak kandung, anak tiri, anak dalam asuhan mengacu pada Pasal 294 KUHP hukuman penjara selama 7 tahun yang justru lebih rendah dari pemerkosa anak tanpa pertalian keluarga atau asuhan.

Kekerasan terhadap Anak

Tujuh dari 10 Anak Alami Kekerasan

Menurut organisasi Plan International dan International Center for Research on Women (ICRW), tujuh dari 10 anak di Asia alami kekerasan di sekolah. Situasi anak Indonesia sangat mengkhawatirkan, sekitar 84% alami kekerasan. Kekerasan Yang terjadi berupa kekerasan fisik, seksual, emosional dan ancaman kekerasan oleh guru, pegawai sekolah, antar murid dan dari anggota keluarga.

Kekerasan terhadap Anak

Belajar tanpa Ancaman

Menurut pakar komunikasi Irsyad Hadi dari Plan International, laporan tersebut didasari riset yang melibatkan 1.742 murid, perempuan dan laki-laki, usia antara 12 dan 15 dari 30 SMP negeri di Jakarta, Serang dan Banten, dari Januari sampai Maret 2014. Mark Pierce dari Plan International seksi Asia mengatakan, tiap anak punya hak atas pendidikan yang bebas kekerasan dan ancaman.

Kekerasan terhadap Anak

Tidak Anggap Kekerasan Salah

Salah satu fakta menyedihkan yang juga disampaikan oleh Pierce dari Plan International: anak-anak kerap tidak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Salah satu alasannya adalah karena merasa takut. Tapi sering juga karena mereka tidak menganggap kekerasan yang mereka alami sebagai sesuatu yang salah.

Kekerasan terhadap Anak

Laporan Tidak Sesuai Kenyataan

Sebagai contoh dari yang disampaikan Pierce: 339 kasus kekerasan terhadap anak terjadi di Provinsi Gorontalo dalam rentang waktu 2013 hingga 2015. Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengatakan, angka tersebut belum mencerminkan kenyataan di lapangan, karena banyak kasus tak dilaporkan. Masyarakat belum sepenuhnya pahami dampak kekerasan terhadap anak, kata Idris Rahim.

Kekerasan terhadap Anak

Takut Tekanan

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Abdul Haris Semendawai, mengungkapkan aspek lain: kendati banyak kasus dilaporkan, tidak semua kasus diusut hingga di bawa ke persidangan. Ia menduga, ada tekanan yang dialami korban maupun saksi. "Apalagi, tindak pidana yang melibatkan anak, biasanya dilakukan oleh kelompok atau disebut sebagai kejahatan terorganisir," sambung Haris.

Menurut Gloria Truly, kriminolog dengan fokus penelitian pemenjaraan dan penghukuman (penologi) yang saat ini sedang mengambil doktor di Paris, Perancis pelaku kekerasan seksual terhadap anak telah melanggar KUHP dan Perlindungan Anak. Pelaku sebagai orang tua wajib melindungi anak (kandung maupun tiri).

Pemerkosaan terhadap anak merupakan aksi yang dilakukan dengan kesadaran, bukan paksaan. Pelaku justru secara sadar melukai fisik dan psikis anak secara sadar. Gloria Truly menegaskan, pembinaan yang diberikan tidak bisa disamakan dengan mereka yang mencuri pisang dengan alasan lapar atau bahkan dengan mereka yang membunuh orang dengan alasan melindungi diri.

Gloria Truly yang mengambil gelar master di Jepang ini menyarankan hukuman bukan hanya berupa pembatasan ruang bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak tetapi juga pembinaan mental. Sejauh ini ia menolak hukuman mati bagi pelaku kekerasan seksualterhadap anak.

Siapa Guru Spritual Ram Rahim Singh yang Terjerat Kasus Perkosaan?

Pendukungnya tewas demi sang guru?

Lebih dari 20 orang tewas dalam kerusuhan menyusul proses hukum terhadap guru spritual Ram Rahim Singh yang menurut pengadilan terbukti memperkosa dua pengikutnya pada tahun 2002. Meski mengklaim sektenya yang bernama Dera Sacha Sauda diikuti sekitar 50 juta orang, guru Ram Rahim yang flamboyan tidak asing dengan kontroversi.

Siapa Guru Spritual Ram Rahim Singh yang Terjerat Kasus Perkosaan?

'Guru Bling'

Dikenal sebagai "Rockstar Baba" atau "Guru Bling," Ram Rahim mendapatkan julukannya itu berkat citarasa mencoloknya dalam mengenakan pakaian warna-warni dan hiasan yang mengilap. Gayanya, bagaimanapun, hanyalah satu aspek dari kepribadiannya. "Godman" yang bergaya sendiri ini juga membintangi sejumlah filmnya sendiri. Sumber kekayaannya tetap tidak diketahui.

Siapa Guru Spritual Ram Rahim Singh yang Terjerat Kasus Perkosaan?

'Santo berjiwa sosial'

Menggambarkan dirinya sebagai "dermawan" dan "orang suci berjiwa sosial," pemimpin sekte Ram Rahim gerakkan kegiatan pembersihan diri dan donor darah. Pada tahun 2010, ia juga mengorganisir perkawinan massal di mana lebih dari 1.000 pengikut "mengajukan diri" untuk menikahi mantan pekerja seks. Kebajikan semacam inilah yang menarik banyak pendukungnya.

Siapa Guru Spritual Ram Rahim Singh yang Terjerat Kasus Perkosaan?

Bintang film dan artis rekaman

Dalam beberapa tahun terakhir, Ram Rahim mengalihkan perhatiannya ke Bollywood dengan mengarahkan, memproduksi dan bahkan membintangi filmnya sendiri. Film"Messenger from God" dan "The Warrior - Lionheart" di antaranya. Sang guru juga telah merilis sejumlah album musik, dengan lagu yang berjudul "Love Charger" tahun 2014 yang laku di pasaran.

Siapa Guru Spritual Ram Rahim Singh yang Terjerat Kasus Perkosaan?

Resahkan komunitas Sikh

Dalam sebuah iklan tahun 2007, "Guru Bling" dipajang sebagai Gobind Singh, seorang guru Sikh yang dihormati. Aksi tersebut memicu kemarahan di komunitas Sikh dan menyebabkan demonstrasi besar-besaran. Sekte Dera Sacha Sauda milik Ram Rahim dipaksa untuk mengajukan permintaan maaf, yang oleh Akal Takht, kursi perwakilan Sikh tertinggi, akhirnya diterima, meski dengan rasa enggan.

Siapa Guru Spritual Ram Rahim Singh yang Terjerat Kasus Perkosaan?

Tuduhan kriminal akhirnya menyusul

Pemimpin sekte tersebut terlibat dalam beberapa tuduhan kriminal. Dia pernah diadili karena persekongkolan atas pembunuhan seorang jurnalis pada tahun 2002 dan pada tahun 2015 dia dituduh mendorong 400 pengikut laki-laki untuk menjalani pengebirian. Terakhir tuduhan perkosaan tahun 2002 yang akhirnya menyeretnya ke meja hijau 2017. Sumber: afp, ap (Ed.: ap/ml)

Beauty hanya satu dari sekian banyak korban pencabulan anak. Angka kekerasan seksual terhadap anak perempuan tahun 2017 menurut catatan Komnas Perempuan mencapai 2.227 kasus. Jumlah kasus naik dari 2016 sebesar 1.799. Kasus incest (hubungan seks dengan orang tua atau saudara kandung) pada tahun 2017 mencapai 1200.

Bagi seorang korban kekerasan seksual anak, Beauty hanya ingin memenjarakan pelaku sebab tidak ada materi atau cara atau apapun juga yang dapat mengembalikan masa gadisnya yang sudah dirampas pelaku.

Beauty, korban kekerasan seksual terhadap anak membutuhkan hukum yang adil. Harapannya melalui keadilan yang ia peroleh, hidupnya yang hancur bisa ia bangun kembali. Jika keadilan tidak berpihak pada korban kekerasan seksual, maka "Beauty” yang lain, yang masih menutup diri akan semakin enggan melaporkan kasusnya dan para predator seksual semakin berani melakukan kekerasan seksual terhadap anak karena merasa aksinya kebal dari hukum.

Penulis @monique_rijkers adalah wartawan independen, IVLP Alumni, pendiri Hadassah of Indonesia, inisiator Tolerance Film Festival dan inisiator #IAMBRAVEINDONESIA.

*Setiap tulisan yang dimuat dalam #DWNesia menjadi tanggung jawab penulis

*Bagi komentar Anda dalam kolom di bawah ini.

Hukum Perkosaan di Berbagai Negara

Jerman: No Means No

Tahun 2016 definisi perkosaan diperluas. Jika korban mengatakan 'TIDAK‘ terhadap aktivitas seksual, dan pihak lain tetap memaksa, maka pihka yang memaksa dapat diajukan ke pengadilan. Hukum Jerman sebelumnya terkait kekerasan seksual amat lemah. Sebuah kasus dianggap pemerkosaan hanya jika sang korban secara fisik mencoba melawan pelaku.

Hukum Perkosaan di Berbagai Negara

Perancis: Verbal pun Dapat Dihukum

Istilah "pemerkosaan" mencakup kegiatan seksual tanpa kesepakatan pihak yang terlibat atau adanya unsur pemaksaan. Pelanggar bisa mendapat ancaman vonis hingga 20 tahun penjara. Orang yang berulang kali secara verbal melecehkan orang lain secara seksual dapat dijatuhi vonis denda tinggi - atau bahkan hukuman penjara sampai dua tahun.

Hukum Perkosaan di Berbagai Negara

Italia: Suami pun Bisa Dipenjara

Pada tahun 1996, Italia memperluas hukum kejahatan seks, mencakup pemaksaan aktivitas seksual dalam pernikahan. Ancaman bagi seseorang yang memaksa pasangannya berhubungan seks, sementara pasangannya menolak, bisa terancam hukuman 10 tahun penjara.

Hukum Perkosaan di Berbagai Negara

Swiss: Penetrasi Vagina

Swiss membatasi definisi pemerkosaan dengan kegiatan penetrasi pada vagina. Serangan pelecehan seksual lainnya dapat dikategorikan sebagai pemaksaan seksual – jika korban menolak, baik secara fisik maupun verbal. Hukuman untuk semua pelanggaran bisa divonis hingga 10 tahun penjara. Sejak tahun 2014, perkosaan dalam pernikahan dapat dikenai hukuman.

Hukum Perkosaan di Berbagai Negara

Swedia: Korban terpaksa karena takut

Di bawah hukum pidana Swedia, membuka paksa baju orang lain dapat dikenai hukuman hingga 2 tahun penjara. Eksploitasi seks terhadap orang dalam "kondisi tak berdaya," seperti tertidur atau di bawah pengaruh obat/alkohol, termasuk pemerkosaan. Sejak 2013, perkosaan juga termasuk serangan terhadap orang yang tidak menolak karena takut, hingga tercipta kesan terjadinya hubungan seks konsensual.

Hukum Perkosaan di Berbagai Negara

Amerika Serikat: Bahkan terjadi di kampus

Definisi kekerasan seksual bervariasi dari satu negara bagian ke negara bagian lain. Di Kalifornia, misalnya kedua pihak pasangan harus secara jelas menyetujui tindakan seksual, jika tak mau dianggap sebagai perkosaan. Aturan ini juga berlaku untuk mahasiswa di kampus-kampus, di mana dilaporkan meluasnya kekerasan seksual dalam beberapa tahun terakhir

Hukum Perkosaan di Berbagai Negara

Arab Saudi: Melapor malah dihukum

Negara ini menetapkan hukuman mati bagi pemerkosaan, meski masih sulit menjerat pelaku yang memperkosa istri mereka. Ironisnya perempuan yang melaporkan perkosaan malah bisa dihukum jika dianggap "aktif" berkontribusi dalam perkosaan. Misalnya, perempuan yang bertemu dengan laki-laki yang kemudian memperkosa mereka, dapat dihukum karena dianggap mau bertemu dengan lelaki itu.


 


Ikuti kami